Danis Drummer FSTVLST #3 AT LIQUID CAFE JOGJA 29 MEI 2015

author Live Band   3 years ago

Danis Drummer FSTVLST #3 AT LIQUID CAFE JOGJA 29 MEI 2015

Selamat Datang di Tekdung Channel, di video kali ini membahas mengenai latihan dasar koordinasi kaki tangan, sekaligus juga melatih ostinato. Salah satu kendala yang dihadapi oleh kita drummer pemula atau yang baru belajar drum adalah koordinasi antara kaki dan tangan/memisahkan antara kaki dan tangan kita. Nah dari Tekdung Channel kali ini akan membahas latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koordinasi kaki dan tangan kita/kemampuan memisahkan kaki dan tangan. Mungkin di awal percobaan akan sulit dimainkan, tetapi dengan pengulangan terus menerus, lama kelamaan muscle memory atau memori otot kita akan terbentuk dan akan semakin mudah kita mainkan. Dan jangan lupa untuk memahami apa itu pecahan nilai not/subdivision, karena pada dasarnya semua pola,ketukan,fill in dll yang kita mainkan di drum set, kesemuanya itu pasti memakai pecahan nilai not/subdivision. Terima Kasih kepada kawan drummer yang sudah menyaksikan video pembelajaran drum dari kami, jangan lupa subscribe tekdung channel ya :D. Untuk yang mau les drum bersama kita bisa klik link di bawah ini : www.cepatjagodrum.tekdung.co.id Video Edited by Ayu Novita Pasha Audio mixed by Gift Music Studio #tekdungchannel #tekdungcoid #drum #drummer #belajardrumpemula #latihanmemisahkankakidantangan

Pop Up Ramadhan 2015 - Taman Kuliner Jogja

Eno Netral Drum Cover feat DJ Tira Haze At Liquid Jogja 8 April 2015

Perasaan bangga ketika melihat orang-orang Indonesia bisa tampil menjadi pembicara di forum forum internasional. Apalagi jika orang-orang itu adalah orang dari pelosok desa atau pun orang biasa-biasa saja. Karena umumnya orang yang tampil sebagai pembicara di forum internasional adalah para pejabat atau para akademisi. Seperti ketiga narasumber Kick Andy berikut ini. Yang pertama Suryono, dia seorang petani buah dan sayur yang berasal dari Dusun Sukajaya, Kabupaten Siak Provinsi Riau. Meskipun hanya sebagai seorang petani hortikultur, pemikirannya mengenai dampak kerusakan lingkungan dan hutan, patut diacungi jempol. Dari pemikirannya itulah, Suryono dipercaya sebagai perwakilan delegasi dari Indonesia untuk menjadi pembicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi PBB perubahan iklim di Maroko pada November 2016 lalu. Di forum internasional itu, Suryono memberikan pemaparannya tentang pentingnya menjaga lingkungan alam dari segala kerusakan hutan, yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara ini dipilih karena dinilai sebagai petani yang berhasil melakukan perubahan dari bertani sawit beralih ke hortikultur. Hampir 7 tahun Suryono bertani kelapa sawit di lahan seluas dua hektar, namun karena bertani sawit dianggap tidak menguntungkan dan berdampak pada kerusakan lingkungan Suryono pun beralih menjadi petani hortikultura. Kini, lahan sawitnya telah disulapnya menjadi lahan aneka sayur-mayur dan buah-buahan, bahkan beberapa rekannya sesama petani yang dulunya sebagai petani sawit, mulai mengikuti jejak Suryono. Suryono bangga, karena petani kecil seperti dirinya bisa di dengarkan aspirasinya di luar negeri dalam forum internasional. Suryono berharap akan ada petani-petani lain yang juga bisa seperti dirinya. Jika tadi seorang petani hortikultural, narasumber berikutnya adalah seorang anak buruh tani dari Grobogan, Jawa Tengah. Dialah NuruI Indriyani, yang memiliki segudang prestasi membanggakan. Dara kelahiran Grobogan, 17 Mei 1997 ini menaruh perhatian lebih pada masalah pendidikan dan pencegahan pernikahan dini di lingkungan tempat tinggalnya. Kiprah anak pertama pasangan Pujianto dan Siti Musa’adah ini diawali dari keprihatinannya melihat teman-teman perempuannya yang jarang lulus SMP, karena harus menikah. Bahkan Nurul, prihatin akan kisah ibunya sendiri yang juga menikah di usia dini yaitu di usia 15 tahun. Lantas di tahun 2012, berbekal keprihatinannya akan maraknya pernikahan dini di kampungnya, Nurul bersama beberapa temannya di organisasi Persatuan Pelajar Anak Desa Padang, organisasi yang digagasnya melakukan survei kecil-kecilan dan menemukan rata-rata sebanyak 30 anak usia 15 sampai 18 tahun menikah setiap tahunnya. Pemikiran Nurul tentang pentingnya pendidikan sekolah formal dan bahayanya menikah di usia dini, membuat Ia diundang di forum-forum berskala internasional, salah satunya Ia pernah terpilih mewakili Indonesia dan anak-anak se-Asia Pasifik berbicara di forum international Day of The Girl yang berpusat di PBB, New York, Amerika Serikat. Kampanye Nurul mengenai kesetaraan pendidikan dan pencegahan pernikahan dini di lingkungan sebayanya, membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa terkesan. Tak hanya itu saja, hingga saat ini Nurul kerap diundang menjadi narasumber di berbagai seminar pencegahan menikah usia dini. ia juga berharap aksi kampanyenya ini dapat menginspirasi teman-temannya untuk dapat lebih peduli dengan lingkungan juga pendidikan. Narasumber terakhir di episode wong ndeso go international adalah Panji Aziz Pratama. Pemuda berusia 22 tahun ini sangat peduli dengan pendidikan di daerah tempat tinggalnya di Serang, Banten. Pasalnya pendidikan, masih menjadi permasalahan utama di wilayah banten. kondisi fasilitas yang buruk dan tidak memadai, minimnya tenaga pengajar, membuat tingkat pendidikan anak-anak di provinsi banten berada di bawah rata-rata nasional, bahkan banyak anak yang putus sekolah. Menyadari hal itu, Panji mendirikan “isbanban”, atau istana belajar anak banten. Panji mengabdikan dirinya menjadi relawan dengan memberikan pengajaran kepada anak-anak di wilayah Banten. Berawal dari bakti sosial saat bencana banjir tahunan di serang pada 2013 silam, isbanban lahir dengan semangat memajukan pendidikan. saat itu pula, gerakan ini menyebar di 7 kabupaten di wilayah banten sekaligus, mendirikan taman bacaan, serta melakukan binaan kepada anak anak sd di desa tersebut. Atas kiprahnya, putra asli banten ini mendapatkan beberapa penghargaan internasional, dan dinobatkan sebagai salah satu Young Southeast Asian Leaders Initiative Academic Fellows , pada 2015 silam. ia pun berhak atas beasiswa leadership training di Northern Illinois, Amerika Serikat. Di forum berbeda di India Panji juga pernah menjadi pembicara dengan topik kaum muda punya peran penting dalam mengubah hidup menjadi lebih baik. Dan Isbanban merupakan wadah aksi peduli anak bangsa terhadap pendidikan anak-anak di pelosok desa terutama di wilayah banten untuk maju dan lebih baik.

Lani dan Farid - "Mati Muda" (Jenny Cover) Pop Up Ramadhan. 21 Juni 2015. Taman Kuliner Condong Catur, Yogyakarta. Video direkam oleh Anom Sugiswoto.

895 views

2 Like   0 Don't like

Comments